Aksi 'Mak Comblang' di Pontianak Incar Gadis Belia untuk Dinikahi Pria Asing, 7 Gadis Tak Ada Kabar
Aksi 'Mak Comblang' di Pontianak Incar Gadis Belia untuk Dinikahi Pria Asing, 7 Gadis Tak Ada Kabar
TAIPAN POKER - Ketua RW 28, Jl Kebangkitan Nasional, Kelurahan Siantun Hulu, Kecamatan Pontianak Utara, Sawal, merasa resah melihat banyak warganya yang menikah dengan pria WNA.
Bukan tanpa alasan, keresahan Sawal karena nasib mereka yang kini justru tak jelas, tak ada kabar.
Pernikahan dengan WNA tersebut terjadi atas prakarsa dari sosok yang disebut sebagai 'mak comblang'.
Mak comblang ini memang mengincar para gadis belia berusia 15-16 tahun untuk dinikahkan dengan pria WNA, terutama pria dari Tiongkok atau Taiwan.
Dikutip dari Tribunpontianak.co.id, ada tiga mak comblang yang kerap beraksi di wilayah Pontianak.
Dua berasal dari Jakarta dan seorang berasal dari Tiongkok.
Sejumlah warga yang ditemui Tribunpontianak.co.id, mengaku pernah diiming-imingi kehidupan layak oleh mak comblang jika anak mereka mau dijadikan istri dan diboyong ke Taiwan atau Tiongkok.
Lili misalnya, nyaris saja diboyong oleh seorang pria Tiongkok.
Mak comblang menemui ibunda Lili, Ati (39), dan melamar anaknya untuk seorang pria Tiongkok.
Kepada Ati, Mak comblang itu menjanjikan mahar tinggi dan kehidupan yang terjamin jika sang anak mau diperistri dan dibawa ke Tiongkok.
“Sempat diimingi-imingi mak comblang akan memperbaiki kondisi ekonomi,” ujar Ati, Jumat (15/3/2019).
Namun Ati tak terjerat dengan rayuan manis itu.
Ia merasa sayang jika harus berjauhan dengan sang putri.
Beruntung pernikahan itu urung dilaksanakan.
Selain Lili, ada gadis-gadis lain yang sudah terlanjur terbujuk rayuan maut si Mak comblang.
Sawal mengatakan setidaknya ada 7 gadis di desanya yang sudah diboyong ke luar negeri.
Tak seperti yang dijanjikan, ketujuh gadis ini justru mengalami hal buruk setelah menikah.
Bahkan kabar mereka tak jelas hingga sekarang.
Karenanya, Sawal meminta agar para orangtua tak segera menyanggupi jika ada yang berniat menikahkan putrinya dengan pria asing.
"Sudah banyak korban, yang menikah dengan warga negara asing, dan di sana mengalami hal buruk, tidak seperti yang dijanjikan awalnya. Kalau seperti ini mau sampai kapan, saya berharap mata rantai dari hal ini bisa diputus, sudah cukuplah warga yang jadi korban ini," harapnya.
Sawal mengatakan, ia sudah mengimbau warganya untuk mempertimbangkan banyak hal jika hendak menikahkan anak gadis dengan warga negara asing.
"Kalau namanya mau menikahkan sang anak, kita kan harus tahu bibit, bebet, bobotnya. Kalau sama orang luar negeri, kalau ada masalah kan kita susah, banyak yang harus diurus," kata Sawal.
Seorang gadis bernama Dw yang juga menjadi korban pernikahan dengan pria asing justru mendapat masalah setelah menikah.
Ia diboyong ke Taiwan oleh suaminya setelah menikah.
Dw kini ditahan di kantor polisi lantaran visa izin tinggalnya habis.
Selain itu, tak ada dokumen resmi yang dimilikinya, khususnya dokumen pernikahan.
Dw menikah dengan Cheng Liu Yang yang merupakan warga negara Republik Rakyat Tiongkok.
Dalam setiap komunikasi dengan Atu (ayah) dan Cong Mi Tjau (ibu), Dw kerap mengeluh dianiaya suaminya.
Alih-alih mengirimi ayah dan ibunya uang, kini nasib Dw tak diketahui rimbanya.
Atu dan Mi Tjau terus berharap agar putri mereka segera pulang.
"Dia kemarin mau menikah dengan orang sana itu karena pengen bahagiakan orangtua. Dia itu mau bahagiakan orangtua, tapi ternyata apa, orang sana bohong," sesal Mi Tjau.


Tidak ada komentar